Curhat : Arti Cinta yang Sesungguhnya


arti cinta yang sesungguhnya


Satu kata, namun sulit untuk mendefinisikannya. Ya, itulah perihal kata “CINTA”. Sebenarnya cinta itu anugrah yang harus disyukuri. Entah ia berujung menyakitkan ataupun membahagiakan. Meski pada akhirnya harus berujung pada hal yang menyakitkan, kekecewaan tak selalu menjadi hal yang terus menerus diratapi, karena dari rasa sakit kita bisa belajar untuk lebih dewasa dalam menyikapi soal cinta.
Sebelum berani mengenal cinta, kita harus tahu bahwa cinta selalu punya dua pilihan; apakah mau sama-sama berjuang menghidupi rasa itu, ataukah membiarkannya sekejap datang dan pergi begitu saja.
Cinta itu bukan soal perjuangan kamu ataupun aku. Tapi ia adalah perjuangan yang kita bangun bersama.

Jika kamu masih merasa bahwa dirimu adalah orang yang paling berkorban, maka itu bukanlah cinta sesungguhnya. Namun sebatas jatuh cinta. Ya! Jatuh cinta dan benar-benar mencintai adalah dua perkara yang berbeda. Saat kamu benar-benar mencintai seseorang, maka kamu siap mencintai kelemahan dan kekurangan yang ada pada dirinya setelah kamu mengenalnya. Jatuh cinta sih hanya sekedar ingin tahu karena berawal dari sebuah pertemuan atau mungkin lihat foto di media sosialnya kemudian berlanjut pada perkenalan karena penasaran. Kan zaman now semua serba media sosial. Kemudian setelah kamu merasa perjuanganmu untuk mengenalnya bertepuk sebelah tangan dan melihat yang menurut kamu lebih sempurna, eeehhh langsung pindah haluan. Loncat sana… loncat sini…

Cinta memang selalu berhasil membuat seseorang mabuk dalam imaginasi. Namun , ia yang benar-benar mencintai akan berusaha membuat imaginasi-imaginasi yang ada dalam benaknya menjadi hal yang positif dan nyata. Ia takkan pernah merasa bahwa ada perjuangan yang sia-sia meski harus menghadapi beribu rasa sakit. Baginya jika benar-benar mencitai, ia akan siap dengan segala resiko yang harus diterima. Misalkan saja, berani sakit hati, karena itu adalah resiko yang paling klasik saat kita berani untuk mengenal cinta.
Menemukan kamu berarti menemukan kesederhaan

Jaim sepertinya hanya berlaku bagi mereka yang sedang meyatu dengan topeng pahlawan cinta kesiangan. Gayanya sok tinggi, demi mendapatkan seseorang yang derajatnya terlihat tinggi dalam pandangan mata. Untuk menemukan ketulusan memang hal yang sulit. Sekalipun pada awalnya adalah dua insan yang tak saling mengenal. Namun kamu akan temukan itu saat kamu tidak menemukan kesulitan dalam beradaptasi.
Cinta itu selalu memaksakan kita beradu dengan berbagai ketidakpastian yang akan menguji seberapa tulusnya rasa itu. Cukup tahu saja, bahwa cinta tak butuh berbagai penjelasan karena memang tak ada penjelasan yang mampu mendefinisikan secara sempurna. Justru kesederhanaan yang mampu memaknainya.

Jika saat ini kamu telah menemukan seseorang yang membuatmu menjadi diri sendiri, itulah cinta yang kamu butuhkan. Ia terbingkai dalam kesederhanaan, tanpa membuatmu menjadi sosok orang lain.
Bersamamu berarti menemukan kekuatan dan motivasi yang kuat untuk mewujudkan cita-cita bersama.

Layaknya manusia normal, merasakan cinta adalah hal yang wajar. Tapi jika kamu mendapati cinta yang pada akhirnya membuatmu meninggalkan kebiasaan-kebiasaan baikmu sebelum mengenal apa itu cinta, berarti cinta yang kamu temukan bukanlah cinta yang tulus.

Ketulusan itu bukan terletak pada lisan saja, tapi lebih pada sebuah tindakan. Jika pasangan kamu benar-benar tulus mencintaimu, pasti ia akan selalu mensupport bahkan membantumu dalam mewujudkan cita-cita, atau setidaknya ia tidak akan membuatmu menghilangkan kebiasaan-kebiasaan baikmu sebelum mengenal dia. Ia tidak akan pernah berfikiran bahwa dirinya tidak lagi diprioritaskan hanya karena kamu sibuk dengan hal-hal baik seperti yang kamu lakukan sebelum mengenalnya. Pasti ia akan selalu memahami kamu, memberikan kamu waktu, karena hidup bukan hanya menghabiskan waktu untuk membersamainya.

Saat kebingungan atau mungkin titik down menghampiri, ia akan selalu ada dan siap untuk terus menguatkan kamu, bukan malah pergi meninggalkan kamu, karena itulah ketulusan. Meski harus berkali-kali jatuh dalam kegagalan, kamu tidak pernah merasa sendirian, ia akan selalu tumbuh bersama motivasi yang menguatkanmu untuk terus berjuang mewujudkan cita-cita.

Advertisement // kode Iklan yang sudah diparse, letakkan disini

Click to comment