Apa itu Iman, Islam, dan Ihsan?

Hai sahabat cinta?
Kali ini saya akan berbagi tentang pandangan saya mengenai Apa itu Iman, Islam dan Ihsan.

Apakah sama antara ketiganya?

Begini, mungkin postingan-postingan kedepan saya akan lebih sering share tentang artikel-artikel religi. Selain bertujuan untuk menyambut Bulan Suci Romadhon, saya juga ingin mengabadikan pelajaran yang dulu pernah saya dapatkan ketika masih jadi Santri. Semoga temen-temen pembaca juga tetap merasa nyaman dengan topik ini.

Oke, kita kembali ke topik.


Apa itu Iman, Islam, dan Ihsan?
Image by : www.creator.web.id

Islam adalah Wahyu yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. melalui malaikat Jibril.

Sudah barang tentu, wahyu itu untuk petunjuk ummat, seluruh manusia. Dengan wahyu (Islam) itulah kita bisa selamat dunia, akhirat.

Memang jika kita baca ulang, kata Islam senada dengan kata Selamat. Itu sebabnya orang muslim menurut saya, bukan hanya mereka yang beragama Islam, melainkan mereka yang mampu "menyelamatkan" atau memberi rasa aman (selamat) kepada orang lain.

Meskipun ketika kita sudah menjadi orang yang mampu memberi rasa aman kepada orang disekeliling kita, tetap kita masih harus memenuhi rukun (syarat wajib) sebagai seorang muslim.

Apa saja?

Inilah 5 Rukun-Rukun Islam


  1. Mengucapkan syahadatain
  2. Mengerjakan Sholat
  3. Membayar Zakat
  4. Berpuasa di Bulan Romadhon
  5. Pergi Haji (bagi yang memiliki kemampuan)

Untuk tata cara masing-masing rukun Islam (Ibadah) akan saya bahas di artikel yang akan datang.

*****
Melakukan sesuatu tanpa tau makna dibalik itu semua tak lain "seperti orang yang menemukan bukit emas namun tak tau bahwa itu emas". Tidak ada kenikmatannya.

Maka agar kita tahu nikmatnya menjalankan ibadah (rukun-rukun Islam) tadi, diri kita ini perlu ruh yang disebut Iman.

Iman adalah rasa keyakinan kita (tidak sekedar percaya) terhadap 6 hal dibawah ini.

6 Rukun Iman


  1. Beriman kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa
  2. Beriman kepada malaikat-malaikat Allah SWT
  3. Beriman kepada rosul-rosul (para utusan) Allah SWT
  4. Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT.
  5. Beriman kepada hari akhir
  6. Beriman kepada takdir (ketetapan) Allah SWT

Dengan beriman kepada hal-hal tersebut diatas, maka dalam menjalankan rukun Islam akan terasa sangat nikmat. Meskipun kadar nikmat setiap orang berbeda-beda. Namun ada salah satu riwayat yang mengisahkan seorang sahabat yang tertancap anak panah di badannya, dan sahabat tersebut meminta seseorang untuk mencabutnya ketika ia sedang dalam keadaan sholat. Begitulah gambaran ketika seseorang sudah benar-benar merasa nikmat dalam beribadah.

Apakah Iman dan Islam saja sudah cukup?

Kalau menurut saya, sudah. Tapi apakah kita puas dengan "cukup" saja?

Itulah mengapa ada hal lain yang fungsinya sebagai penyempurna yang disebut Ihsan.

Dalam kaidah bahasa Arab, Ihsan ini berasal dari kata Hasan yang kurang lebih artinya baik. Wujudnya yaitu keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah SWT. serta kejujuran dan kebaikan akhlak (perilaku) terhadap sesama makhluk pada umumnya.

Dalam bahasa Nabi, ihsan itu mengibaratkan, seolah-olah kita melihat Allah dalam beribadah, jikapun tidak yakinlah bahwa Allah melihat kita.

Begitulah agama Islam mengajarkan kepada manusia tentang kehidupan ini.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua.


Click to comment