3 Alasan Mengapa Istri Lebih Diutamakan Daripada Ibu dan Anak

advertise here
Welcome back to my blog !
Hari ini kami mau berbagi tentang sebuah bacaan yang menarik sob..

Pagi tadi saat kami berdua sedang duduk santai sambil menikmati bubur kacang hijau buatan istri, tiba-tiba hati ini menuntunku untuk menuliskan kata kunci yang cukup  menarik, yakni "Siapakah Istri?"

Kemudian kami membaca setiap tulisan-tulisan yang muncul sesuai dengan kata kunci tadi. Kami pun asyik membaca, hingga tiba-tiba ada sebuah tulisan yang membuatku berfikir akan apa yang menjadi keputusan tokoh dalam cerita tersebut. Penasaran? silahkan baca tulisannya dibawah ini.

3 Alasan Mengapa Istri Lebih Diutamakan Daripada Ibu dan Anak


SEBENARNYA SIAPAKAH ISTERI?"
Orang selalu berkata, "ada bekas istri/suami, tapi tidak ada bekas anak atau bekas orangtua".

Seorang Profesor melakukan riset kecil kepada mahasiswa-mahasiswanyanya yang sudah berkeluarga. Dia lalu meminta 1 orang mahasiswa untuk maju ke depan papan tulis.

Professor : "Tuliskan 10 nama orang yang paling dekat denganmu."

Lalu mahasiswa itu menulis 10 nama, ada nama tetangga, orgtua, teman kerja, istri, anaknya, saudara, dst.

Profesor : "Sekarang silahkan pilih 7 orang diantara 10 nama tsb yang kamu benar2 ingin hidup terus bersamanya."

Mahasiswa itu lalu mencoret 3 nama.

Profesor : "Silahkan coret 2 nama lagi." Tinggalah 5 nama tersisa.
Profesor : "Coret lagi 2 nama."

Tersisalah 3 nama yaitu nama ibu, istri & anak.

Suasana kelas jadi hening. Mereka mengira semuanya sudah selesai & tak ada lagi yang harus dipilih.

Tiba-tiba Profesor itu berkata : "Silahkan coret 1 nama lagi!" 

Mahasiswa itu tertegun untuk sementara waktu. Lalu ia dengan perlahan mengambil pilihan yang amat sulit itu dan mencoret nama ibunya.

Profesor : "Silahkan coret 1 nama lagi!"

Hati sang mahasiswa makin bingung. Suasana kelas makin tegang. Mereka semua juga berpikir keras mencari pilihan yang terbaik. Mahasiswa itu kemudian mengangkat spidolnya & dengan sangat lambat ia mencoret nama anaknya. Pada saat itulah sang mahasiswa tidak kuat lagi membendung air matanya, ia menangis. Awan kesedihan meliputi seluruh sudut ruang kuliah. Setelah suasana lebih tenang, Sang Professor akhirnya bertanya kepada mahasiswa itu,

"Kamu tidak memilih orang tua yang membesarkanmu, tidak juga memilih anak yang adalah darah dagingmu; kenapa kamu memilih istrimu? Toh istri bisa dicari lagi kan?"

Semua orang di dalam ruang kuliah terpana menunggu jawaban dari mulut mahasiswa itu. Lalu mahasiswa itu berkata lirih,

"Seiring waktu berlalu, orang tua saya harus pergi & meninggalkan saya. Demikian juga anak saya. Jika dia sudah dewasa lalu menikah. Artinya dia pasti meninggalkan saya juga. Akhirnya orang yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini, bahkan yang dengan sabar dan setia mendampingi dan mensupport saya saat tertatih dan terseok-seok berjalan menghadapi himpitan kehidupan untuk meraih kesuksesan hanyalah ISTRI saya".

Setelah nenarik nafas panjang dia melanjutkan, "Orangtua & anak bukanlah saya yang memilih, tapi Tuhan yang menganugerahkan. Sedangkan isteri? Saya sendirilah yang memilihnya dari sekian milyar wanita yang ada di dunia".

Setelah selesai membaca cerita itu, spontan saya mencium kening istri saya, dan berbisik di telinganya "Aku akan selalu ada untukmu, Aku mencintaimu Istriku"

1 komentar:

Click to comment