Kamu Mau Jadi Yang Mana? 7 Macam Wanita Sepanjang Sejarah

advertise here
Seperti biasa, di waktu luang, Abi dan Ummi ngobrol santai tentang kehidupan di zaman now edan ini. Entah dari mana mulanya, kami berdua berbincang tentang wanita. Wanita yang biasa kita kenal, mungkin hanya ibu, anak, istri, nenek, dan bibi. Tapi ini bukan tentang mereka semua. Pernahkah kamu berfikir tentang wanita-wanita lain? (bukan selingkuhan lho ya).

Inilah 7 wanita sepanjang sejarang yang harus kamu ketahui. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah di balik sejarah kehidupan tentang wanita ini.

Kamu Mau Jadi Yang Mana? 7 Macam Wanita Sepanjang Sejarah


Wanita Menurut Bangsa Yunani

Pakar sejarah menulis tentang peradaban Yunani, bahwa diantara anak cucu mereka masih ada yang memuji orang kota. Bagi mereka wanita tidak memiliki kedudukan sama sekali selain sebagai pemuas pria dan alat perkembangbiakan. Undang-undang Yunani memosisikan wanita tak lebih dari pembantu, meskipun ada beberapa perbaikan karena keteguhan hati sebagian kaum wanita.

Kondisi ini terus berlangsung sampai bangsa Yunani dikuasai oleh nafsu syahwat. Mereka kemudian dikendalikan tabiat-tabiat binatang dan kemewahan. Kala itulah wanita pelacur dan yang berakhlak buruk memiliki posisi terhormat dalam komunitas bangsa Yunani. Kedudukan mereka di masyarakat bahkan sangat mulia dan menjadi rujukan musyawarah di kalangan mereka. Tidak ada pendapat "brilian" bagi mereka, kecuali dengan bimbingan wanita-wanita tersebut, diantara mereka bahkan ada yang sampai pada tingkatan disembah atau dipertuhankan, seperti Aphrodite. Tapi meskipun sampai di Tuhan-kan, Aphrodite itu juga selingkuh loh :-) kan konyol.

Wanita Menurut Bangsa Romawi

Kondisi wanita di negara Romawi ini tidak lebih baik dari kondisi mereka di Yunani. Undang-undang Romawi bahkkan menetapkan kaum wanita tidak memiliki kepribadian sama sekali. Mereka menjadikan wanita sebagai ukuran ketidaklayakan, sebagaimana halnya gila dan usia kecil. Lebih parahnya lagi, ketika seorang wanita beralih ketempat tinggal suaminya maka hubungan si wanita dengan keluarganya menjadi terputus (nah kalo masih ada suami yang begini, mending suruh ke Romawi aja deh!). 

Kejamnya lagi, para suami di negara Romawi memiliki hak untuk menghukum istrinya dengan semaunya apabila istrinya melakukan kesalahan dan bahkan bisa mentapkan hukuman mati. Kondisi itulah yang memicu lemahnya hubungan rumah tangga, banyak terjadi perceraian, dan maraknya perzinaan. Boleh jadi karena itulah negara Romawi itu runtuh.

Wanita Menurut Bangsa Nasrani

Kaum Nasrani memarginalkan kedudukan wanita. Di antara ajaran Nasrani adalah menetapkan bahwa wanita sebagai sumber masuknya setan ke dalam tubuh manusia. Menurut orang Nasrani setan bahkan tertarik untuk menyamar menjadi wanita. Parahnya lagi, hingga tahun 586 M orang Nasrani belum mau mengakui keberadaan wanita. Menurut mereka wanita dekat dengan neraka dan keburukan. Mereka pun kemudian lebih memilih hidup membujang daripada menikah. Wah, rugi banget ya? padahal menikah dan membangun keluarga itu asik. Bagi kamu yang suka tantangan baru dalam hidup pas banget buat berkeluarga. Rizky & Berlian aja berani, masa kamu gak?

Wanita Menurut Bangsa Yahudi

Di antara yang tercantum dalam kitab Taurat, "Wanita lebih pahit daripada kematian. Hanya orang saleh yang mampu selamat darinya, dan aku mendapati diantara seribu orang hanya satu orang yang selamat. Adapun kaum wanita maka aku tidak mendapati mereka."

Menurut Yahudi, wanita adalah kutukan atau laknat. Wanita tidak berhak atas harta ketika dia bersama saudara laki-lakinya. Dalam cerita legenda mereka bahkan menetapkan bahwa Hawa adalah biang kesusahan dan kesedihan.

Wanita Menurut Bangsa Persia

Wanita menurut bangsa Persia tidak lebih dari sekedar barang dagangan atau perhiasan. Bila wanita sedang haid atau nifas, mereka diasingkan jauh dari tempat tinggal mereka dan ditempatkan dalam sebuah tenda. Undang-undang Persia membolehkan perkawinan antar kerabat. Puncaknya, mereka menjajah kaum wanita dan menguasainya secara bersama-sama. Hal ini memicu terjadinya pembauran hubungan nasab dan pelanggaran kehormatan dan harta  benda. Semua itu bahkan menjadi aturan yang harus diikuti dan dianjurkan oleh penguasa.

Wanita Menurut Kaum Arab Jahiliyah

Di dalam Al-Qur'an, Allah menggambarkan secara detail dan jelas perasaan orang Arab jahiliyah ketika mereka mendapat kabar kelahiran anak perempuan. Allah berfirman, "Dan apabila seorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah  padam) mukanya, dan dia sangat marah. Dia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya kedalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu." (An-Nahl : 58-59)

Begitulah yang disebutkan Al-Qur'an, Dalam pandangan mereka, wanita tidak lebih dari barang warisan, sehingga seorang anak laki-laki bisa menikahi istri ayahnya (setelah kematiannya) dan melarang mereka untuk menikah sepanjang masa. Kalaupun ada sedikit kemuliaan terhadap sebagian wanita itu bukan sebagai bentuk pengakuan terhadap hak-hak mereka, tetapi sebagai bentuk cinta kepadanya, sebagaimana seseorang cinta kepada kudanya atau hak miliknya yang lain. Sungguh ter-la-lu.

Kalau ingat sejarah itu, jadi ingat Rasulullah yang telah berjuang untuk merubah segalanya, termasuk memuliakan wanita.

Wanita Menurut Kaum Muslim


Kamu Mau Jadi Yang Mana? 7 Macam Wanita Sepanjang Sejarah

Bagaimana kedudukan dan kondisi wanita menurut muslim? silahkan baca artikel lengkapnya di Pemuliaan Islam Kepada Wanita Sebagai Seorang Ibu, Istri , Anak Perempuan dan Individu Masyarakat.

Semoga bermanfaat.

1 komentar:

Click to comment