Ikut Seminar atau Pergi Belanja? | Jogja Islamic Fair

advertise here
Setiap hari kok yo penggaweane cuman 3K bi : Kampus, Kantor, Kamar 😀 Kantore yo neng kamar kui mau. 
 "Penginlah sepekan sekali jalan-jalan bi, syukur sambil lihat-lihat gamis" kata Ummi
Jalan-jalannya sih oke, belanjane kui lho.. Padahal yo lemari baju 3 tempat buat baju-baju Ummi, yang tempat buat baju saya cuma 1. Tapi biar bagaimanapun, memang belanja dan jalan-jalan itu juga hak istri. Mangkanya tinggal pinter-pinter suami saja, gimana caranya "nutupin" mata istri dari lambaian gamis, dan krental-krentil-nya itu. Apalagi bagi saya yang cuma kuli di Youtube sama Blogger, ya.. semoga masih selalu di berikan kecukupan oleh Gusti Allah.

Pernah, ketika kami lagi sama-sama selow dan kebetulan memang sudah lama tidak pacaran dan main bareng ke luar (maklum pacarannya habis nikah) tiba-tiba Ummi dapet pesan Wasap dari kawan lamanya yang kuliah di UMY. Temennya itu ngajakin ketemuan di Jogja Islamic Fair UNY. Tanpa basa-basi, Ummi yang udah kepalang galau di rumah mulu, langsung menarik saya yang masih berselancar di depan kompi kesayangan.
"Bi, ke UNY yuk, Ummi diajakin ketemuan sama Kak Ayya temen dulu di Dauroh.. katanya ada seminar pengusaha muslim gitu.."
Karena denger ada seminar pengusaha muslim, ngibrit aja deh! Meskipun saat itu sedang jam pulang kantor, sudah pasti di depan Lippo Plaza macet sampe perempatan arah jl. Affandi. Ah sudahlah, yang penting dapet ilmu pikir saya. Ndilalah, pas kami lewat suasana jalan tidak begitu macet seperti biasanya, jadi perjalanan kami ndak membutuhkan waktu yang lama. Serzztttt, kami sudah mendarat di parkiran GOR UNY, lalu Ummi menghubungi temennya itu. Beberapa kali saya lihat Ummi menelpon dan chat wasapp, tapi kelihatanya ndak dapat jawaban.
"Mungkin masih dijalan" kata saya
"Iya kali ya Bi.. ya udahlah, yuk kita masuk dulu aja" ajaknya
Kami pun mulai jalan menuju tempat pelaksanaa seminar. Jujur saya salut dengan panitia pelaksananya, mereka menyediakan petugas khusus di depan pintu masuk untuk mengantar dan mengarahkan para tamu yang datang. Ini bukan kali pertamanya bagi saya mengunjungi acara bazar seperti Jogja Islamic Fair #6 ini, tapi bagi istri saya yang baru sejak menikah ikut saya di Jogja, mungkin baru kali ini Ummi mengunjungi bazzar. Bajigur, tiba-tiba teringat dalam benak saya di bazzar itu kan juga banyak stand-stand fashion, aduuuh! modiar aku. Tidak meleset feeling saya, setelah melewati pintu masuk, istri saya kegirangan dan senyum-senyum. Apalagi kalo bukan karena melihat ada stand gamis dan lengkap dengan krental-krentilnya itu. Sudah kepalang basah, mau gimana lagi?
Dipilah dipilih... Sayang istri, sayang istri


Akhirnya kami pun mampir ke salah dua atau salah tiga stand yang ada tidak jauh dari panggung utama. Ya mungkin memang rejekinya Ummi kali ya, mau digimanain namanya juga udah rejeki mah ndak bakal kemana, betul?

Usai capek muter-muter toko dan seminar sudah akan dibuka, kami lalu menempatkan diri di posisi bagian tengah paling depan, sehingga pembicara dengan gamblang melihat kami duduk bersebelahan dan bergandeng tangan.

Seminar dimulai, kata demi kata diucapkan dan kalimat demi kalimat menginspirasi kami hingga tiba pada sebuah pertanyaan berhadiah. Pembicara melempar soal dan memanggil beberapa peserta untuk maju ke depan, termasuk istri saya. Beberapa peserta ditanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan topik bahasan, sembrono-nya Ummi hanya ditanya,
"Sudah menikah?"
"Sudah" jawab Ummi
Lalu langsung diberi hadiah dan dipersilahkan untuk duduk kembali. Salah seorang pembicara berkelakar, "hati-hati nanti suaminya marah loh". Saya hanya tersenyum manja di tempat duduk saya.

Overall, materi seminar yang dibawakan pembicara utama Pak Muhammad Irfan cukup bagus dan menginspirasi. Hanya saja, karena kondisi yang cukup ramai sehingga kurang begitu nyantol di kepala.
Kemudian, usai seminar kami bertemu dengan kawan lama istri saya, Ayya Ruqayyah kalo tidak salah namanya. Ia dulu pernah satu Daurah dengan Ummi ketika di Tawangmangu, Solo. Bertemu setelah beberapa lama terpisah tentu menjadi moment yang hangat sekali, saking hangatnya mereka sampe kehausan dan minta beli Es Cokelat, kemudian kami ngobrol sejenak sebelum akhirnya kami pulang ke tempat masing-masing.
Keluarga Muda Edisi Jogja Islamic Fair  #6
Selfi manja Keluarga Muda R&B

Click to comment